banner 970x250
banner 970x250
banner 970x250

Jaksa Tahan Dua Tersangka Kasus Korupsi Penggadaan Benih Jagung Hibrida di Dinas Pertanian Agara

  • Bagikan

 

Kutacane, Agarnews.com | Syaifullah, Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara, memberi keterangan pers terkait kasus pengadaan benih jagung hibrida di Dinas Pertanian Aceh Tenggara.

Setelah diperiksa beberapa jam, dua tersangka pengadaan benih jagung hibrida di Dinas Pertanian Aceh Tenggara, ditahan oleh pihak Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara, Kamis (18/11).

Syaifullah, Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara mengatakan, kedua tersangka ditahan, PNS inisial SP, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan kontraktor pelaksana KP.
“Mereka ditahan hingga 20 hari kedepan atau terhitung sejak 18 November hingga 8 Desember mendatang sebagai tahanan penyidik,” kata Kajari Aceh Tenggara, Syaifulllah didampingi Kasi Pidsus Dedet Darmadi, dalam konferensi pers di aula kejaksaan.

Dikatakan, kasus ini sendiri bermula tahun 2020 silam, dimana Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara menganggarkan Rp 2,8 milyar Dana Otonomi Khusus Kabupaten (DOKA) untuk pengadaan bibit jagung hibrida jenis NK 017.

Namun, dalam pelaksanaan terjadi mark up atau penggelebungan harga. Hingga negara di rugikan sebesar Rp 921,366,795 juta. Hal ini berdasarkan perhitungan pihak Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI perwakilan Aceh, No. SR-2580/PW01/5/2021 pada 5 November lalu.

“Keduanya disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo pasal 3 Jo pasal 18 ayat (1) Huruf b UU No. 13 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana di ubah dan ditambahkan dengan UU no. 20 tahun 2001 tenang perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP pidana,” jelasnya.

Syaifullah menambahkan, kendati pihaknya hari ini hanya menahan dua tersangka, namun berdasarkan penyelidikan kasus ini sendiri juga ikut menjerat dua pelaku lain, yaitu mantan Kepala Dinas Pertanian AB, selaku Pengguna Anggaran (PA) begitu juga KN, Kabid Perkebunan saat itu.

“AB tidak kita tahan dalam kasus jagung hibrida, karena dirinya telah ditahan dalam perkara yang lain ditangani pihak Polda Aceh. Sementara KN sudah tiga kali kita panggil, namun bersangkutan hingga kini belum datang, namun dalam waktu dekat akan kita hadirkan untuk proses hukum,” terangnya.

Dalam kasus ini, Kejaksaan juga menyita Rp 50 juta dari tangan rekanan PT Fatara Juliando Putra. Sebelum kedua tersangka ditahan, mereka juga diperiksa kesehatannya oleh tim dokter dan pengecekan bebas dari covid-19.

Diketahui, pengadaan benih jagung hibrida varietas NK017 dengan volume pekerjaan sebesar 29.400 kg atau 1.470 kotak diperuntukan kepada 70 kelompok tani tersebar di 16 kecamatan di daerah.

Pengadaan dimenangkan rekanan PT Fatara Julindo Putera, beralamat jalan Laksamana Malahayati, km 08, Gampong Kajhu Baitussalam, Aceh Besar.

Pengusutan kasus ini sendiri, telah dimulai sejak April 2020 lalu, dengan jumlah saksi diperiksa mencapai 18 orang, seperti mantan Kepala Dinas Pertanian Asbi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Suhada SP, begitu juga Kabid Pertanian Kenon serta Plt Kadis Pertanian waktu itu H Guntur, serta pihak terkait lainnya. (RED)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.